fbpx

Berikut kondisi infrastruktur ekonomi Indonesia secara umum pada tahun 2014 menurut BPS (2014) seperti terlihat pada tabel 4.17 hingga 4.22. Meliputi pendidikan, kesehatan, perekonomian, transportasi dan akomodasi, sosial, serta pariwisata.

Tabel 4.17 Infrastruktur pendidikan di indonesia pada tahun 2014.

Sub aspek Jenis Jumlah Sub aspek Jenis Jumlah
Formal TK/RA/BA 114.126 Non formal Bahasa asing 5.149
SD/MI 172.772 Komputer 5.663
SMP/MTS 51.366 Tata busana 5.192
SMU/SMA 20.155 Kecantikan 2.344
SMK 11.209 Montir mobil/motor 1.914
AKADEMI/PT 3.697 Elektronika 841
SLB 1.759 Lainnya 1.624
Agama Pondok Pesantren 33.249
Madrasah Diniyah 70.649
Seminari/sejenisnya 785

 

Tabel 4.18 Infrastruktur kesehatan di indonesia pada tahun 2014.

Subaspek Jenis Jumlah Subaspek Jenis Jumlah
Fasilitas Rumah sakit 2.308 Tenaga kesehatan Dokter pria 27.942
Rumah bersalin 3.292 Dokter wanita 21.247
Puskesmas 10.554 Dokter gigi 9.374
Puskesmas pembantu 25.937 Bidan 150.039
Poliklinik 12.021 Lainnya 177.877
Tempat praktek doker 33.119 Dukun bayi 138.916
Tempat praktek bidan 66.051
Poskesdes 33.205
Polindes 17.395
Posyandu 285.622
Apotik 20.136

 

Tabel 4.19 Infrastruktur pariwisata di indonesia pada tahun 2014.

Subaspek Jenis Jumlah Subaspek Jenis Jumlah
Bangunan bersejarah Gedung 1.293 Wisata Komersial Kebun binatang 38
Jembatan 207 Wisata tirta 539
Candi 260 Agrowisata 216
Pelabuhan 59 Wisata budaya 453
Stasiun kereta api 161 Taman rekreasi 954
Tempat spiritual 2.914 Wisata alam 1.663
Lainnya 1.558 Lainnya 340

 

Tabel 4.20 Infrastruktur transportasi dan akomodasi di indonesia pada tahun 2014.

Jenis Jumlah Jenis Jumlah
Terminal penumpang 1.470 Hotel 9.428
Lapangan terbang perintis 286 Penginapan 13.493
SPBU 5.190

 

Tabel 4.21 Infrastruktur sosial di indonesia pada tahun 2014.

Subaspek Jenis Jumlah Subaspek Jenis Jumlah
Tempat ibadah Masjid 266.784 Lembaga nonprofit Kemasyarakatan dan partai politik 44.808
Surau 542.257 Sosial 35.069
Gereja Kristen 53.402 Profesi 4.724
Gereja Katolik 11.457 Perkumpulan sosial 29.807
Kapel 3.252 LSM 10.199
Pura 13.255 Keagamaan 23.488
Vihara 2.036 Bantuan kemanusian 3.472
Klenteng 1.591 Lainnya Perusahaan penyalur jasa TKI 2.413
Perlindungan sosial Panti asuhan 4.292 Rumah pelayanan khusus 479
Panti weda 346 Rumah singgah 160
Panti cacat 321 Rumah aman 181

 

Tabel 4.22 Infrastruktur perekonomian di indonesia pada tahun 2014.

Subaspek Jenis Jumlah Subaspek Jenis Jumlah
Pasar

tradi

sional

Pasar hewan 712 Lokasi penambangan Minyak 165
Pasar buah

dan sayuran

323 Gas alam 109
Pasar beras 50 Pasir 339
Pasar palawijaya 79 Batu bara 249
Pasar khusus lainnya 511 Emas 219
Pasar campuran 17.792 Kerikil 214
Tempat usaha Mini market 38.406 Batu hias dan bangunan 89
Restoran/

rumah makan

34.953 Tanah 132
Warung 857.202 Bijih besi 97
Toko 2.381.624 Gamping 84
Pasar dengan bangunan 21.404 Pasir besi 67
Pasar tanpa bangunan 11.997 Bijih nikel 56
Supermarket 3.994 Bijih mangan 52
Industri kecil dan mikro Kulit 15.509 Bijih bauksit 48
Kayu 154.156 Kope

rasi

KUD 7.276
Logam 40.030 KIK dan KR 1.351
Anyaman 431.019 Simpan pinjam 34.041
Gerabah/

batu

216.362 Lainnya 28.008
Kain 233.025 Bank Pemerintah 13.691
Makanan

dan

minuman

619.824 Swasta 6.532
Lainnya 158.341 Perkreditan rakyat 5.598
Jenis lokasi industri Kawasan industri 110
Sentra

industri

1.027
Lingkungan industri kecil 129
Perkampungan industri kecil 276

 

Menurut biro Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN – SETJEN DPR RI, tantangan terbesar pembangunan dibidang infrastruktur adalah masih rendahnya kualitas infrastruktur di Indonesia. Berdasarkan data Logistic Performance Index (LPI) tahun 2014 indeks infrastruktur Indonesia di ASEAN berada pada peringkat (53) di bawah Singapura (5), Malaysia (25), China (28) dan Thailand (35), dan Vietnam (48). Indeks Rendahnya indeks infastruktur berdampak pada mahalnya biaya logistik.

Kondisi Pelayanan Publik di Indonesia menurut Ombudsman RI (2015), Setelah 5 (lima) tahun Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik diberlakukan:

  • Pelayanan publik masih dihadapkan pada kondisi yang belum sesuai dengan kebutuhan dan perubahan di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal tersebut disebabkan antara lain oleh ketidaksiapan untuk mengantisipasi transformasi nilai yang berdimensi luas serta dampak berbagai kebijakan pembangunan yang kompleks. Padahal, tatanan baru masyarakat Indonesia dihadapkan pada harapan dan tantangan global yang dipicu oleh kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, informasi, komunikasi, transportasi, investasi, dan perdagangan.
  • Konsepsi sistem pelayanan publik yang berisi nilai, persepsi, dan acuan perilaku yang mampu mewujudkan hak asasi manusia belum dapat diterapkan sehingga masyarakat belum memperoleh pelayanan sesuai dengan harapan dan cita-cita tujuan nasional.
  • Publikasi World Bank tentang Ease of Doing Business (Juni 2014), menempatkan Indonesia pada peringkat ke-114, atau membaik 14 peringkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terkait dengan kemudahan memulai usaha (prosedur, waktu, biaya, dan pembayaran kebutuhan modal nominal). Posisi Indonesia dalam daftar tersebut diantara Palau dan Equador.
  • Tranparency International Indonesia (TII) meluncurkan Corruption Perception Index (CPI) atau indeks persepsi korupsi 2014. Hasilnya: Indonesia belum maksimal memberantas korupsi. Survei CPI tahun 2014 ini dilakukan terhadap 175 negara di dunia. Indonesia memiliki skor CPI 34 dengan peringkat 107. Terjadi kenaikan 7 peringkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun demikian, dengan skor 34 artinya komitmen berantas korupsi di Indonesia masih rendah.
  • Penilaian kepatuhan penyelenggara pelayanan publik terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 yang dilaksanakan Ombudsman RI, dengan hasil kepatuhan masih rendah.

Jika ditinjau dari kondisi ekonomi secara makro dengan kondisi pertumbuhan pendapatan nasional yang belum baik, inflasi tidak mengalami penurunan yang signifikan, angka pengangguran cukup tinggi, permodalan yang tidak terlalu besar, dan kualitas infrastruktur yang belum baik kualitasnya; dengan pemikiran yang sempit perusahaan Zeics sulit untuk bertahan dengn kondisi makro yang terjadi saat ini. Namun jika dari sudut pandang solusi yang makro pula ternyata masih ada peluang dan kesempatan berkembang untuk lima hingga sepuluh tahun kemudian. Optimisme berkembang jikalau perusahaan percaya dan mendukung program pemerintahan dengan rencana strategisnya (www.presidenri.go.id), yang terangkum dalam Nawa Cita Joko Widodo – Jusuf Kalla 2014 – 2019 (www.indonesia.go.id).

Antisipasi dampak tidak menguntungkan bagi Zeics yang disebabkan oleh ketidakstabilan ekonomi makro dalam negeri mesti direncanakn dari awal pendirian. Setidaknya pada masa pembangunan pemerintah untuk meningkatkan kemandirian bangsa dengan pengadaan dan perbaikan ekonomi dalam negeri dan infrastruktur yang berkualitas; Serta penanaman budaya investasi lokan dan pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran hingga 2019; Zeics dapat bertumbuh di dalam negeri selama tiga tahun kedepan dan berkembang pada tahun kempat dan kelima sejak berdiri. Strategi yang akan dilakukan antara lain memaksimalkan pengangguran yang ada menjadi manusia produktif melalui pelatihan pemasaran online gratis yang diadakan secara online maupun offline.

Strategi antisipas kondisi ekonomi makro yang memburuk, keterbatasan dana pengembangan usahasa, serta kualitas infrastruktur yang belum baik; pertumbuhan dan perkembangan pendapatan Zeics akan diarahkan bersumber dari luar negeri. Hal ini sangat memungkinkan untuk dilakukan karena jasa yang disediakan oleh Zeics memeliki kelebihan dari sisi teknologi internet yang tidak mengenal waktu dan batasan ruang.

Selain dengan melakukan pemasaran secara internal perusahaan secara online, dilakukan juga kemitraan dengan perusahaan-perusahaan online yang telah terkoneksi dan dipercaya di dunia internasional. Salah satu cara kemitraan yang dapat ditempuh dengan mengadakan kerjasama dengan situs online yang menghubungkan perusahaan dan para pekerja lepas di dunia, seperti Freelancer. Dari sisi pendapatan berpeluang menghasilkan keuntungan yang besar. Pada situs www.freelancer.com nilai proyek untuk jangka waktu tertentu berkisar antara $10 – $50 juta USD perproyek, atau $2 – $50 USD perjam untuk satu jenis atau beragam proyek. Besar harapan perusahaan dengan strategi tersebut Zeics dapat bertumbuh dan berkembang dalam lima tahun pertama dan tidak terlalu dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro dalam negeri yang belum pasti stabil.

Alternatif lain menginisiasi kerjasama strategis antara Zeics, pemerintah, dan UMKM untuk menjual produk UMKM ke luar negeri. Merupakan solusi bersama untuk mengatasi kondisi perekonomian luar negeri yang belum stabil dan masih didominasi pengaruh dari luar. Kebersamaan tersebut harus mendatangkan keuntungan bersama sesuai porsi pengeluaran masing-masing.

Call Now Button
WHATSAPP CHAT