fbpx

Pengaruh perkembangan teknologi internet tidak hanya pada perangkat informasi dan koomunikasi, namun dapat merubah pola aktivitas manusia dalam berinteraksi dengan menggunakan perangkat tersebut. Laporan tahunan pada 2014 Kemenifo bertemakan “Masyarakat Informasi”. Tema tersebut mengindikasikan perubahan tren interaksi kehidupan bermasyarakat dan berbudaya manusia dari era industri menjadi masyarakat informasi.

Tren masyarakat dan budaya di Indonesia dapat dilihat dari kondisi TIK melalui jenis perangkat yang digunakan dan fungsi penggunaan nya. Berikut kondisi TIK Indonesia pada tahun 2014 hasil survei yang dilakukan oleh Kemeninfo.

  • Jumlah pelanggan selular mencapai pertumbuhan sebesar 18% pertahun.
  • Perangkat TIK yang paling banyak dimiliki oleh rumah tangga Indonesia ialah televisi dan mobile phone (HP).
  • 83,20% rumah tangga memiliki HP dan 17% mengaku tidak memiliki HP.
  • 25% rumah tangga memiliki komputer dan 75% tidak memiliki komputer.
  • 22% rumah tangga mengaku memiliki akses internet, sedangkan 78% belum memiliki.
  • Pengguna HP tertinggi merupakan individu dengan pendidikan tinggi yaitu D3/S1 94,36% dan S2/S3 90,91%. Pendidikan menengah mencapai 89,67%.
  • Usia muda 16 – 25 tahun dan 26 – 35 tahun merupakan pengunaan HP tertinggi.
  • Persentase sebaran individu pengguna HP berdasarkan jenis pekerjaan paling tinggi adalah PNS/TNI/Polri, karyawan swasta dan wiraswasta (sekitar 90%). Sedangkan responden tidak bekerja yang menggunakan HP mencapai 67,62%
  • Lokasi utama yang dominan digunakan dalam mengakses internet adalah di rumah, 35,2%. Selain di rumah, persentase lokasi untuk mengakses internet yang tinggi yaitu dimana saja dengan menggunakan HP (27,60%).
  • Aktivitas utama yang sering dilakukan responden disaat mengakses internet adalah membuka situs jejaring sosial (29,9%), selanjutnya menjual atau membeli barang dan jasa (20,7%), melakukan aktivitas belajar (13,7%), mengirim pesan melalui instant messaging (7,2%), menerima/mengirim email (5,7%), mencari informasi mengenai kesehatan atau pelayanan kesehatan (5,5%).
  • Apabila dilihat dari jumlah rupiah yang dikeluarkan setiap bulannya untuk pulsa komunikasi, dapat dilihat bahwa biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat cukup tinggi, lebih diatas 70 ribu rupiah.
  • Alasan tertinggi individu untuk tidak menggunakan internet ialah karena individu tersebut tidak membutuhkan internet (40,06%). Selain itu, alasan lain yang juga mempunyai persentase tinggi ialah biaya layanan dan peralatan internet yang tinggi.
  • Perusahaan di Indonesia yang menggunakan komputer di sektor bisnis mencapai 61,76%. Bila dilihat dari kegiatan utama perusahaan, restaurant/rumah makan memiliki persentase tertinggi 73,84%.
  • Perusahaan yang memiliki fasilitas jaringan internet di sektor tinggi mencapai 85,35%. Bila dilihat dari kegiatan utama perusahaan, sektor perhotelan memiliki persentase tertinggi kepemilikan fasilitas jaringan internet (92%), kemudian restoran/rumah makan (84,75%), industri pengolahan (82,92%) dan perdagangan (76,5%).
  • Tenaga kerja yang rutin menggunakan internet di sektor bisnis sejumlah 14,80%. Bila dilihat dari persektor kegiatan perusahaan, persentase tenaga kerja yang rutin menggunakan internet tertinggi (28,49%) sektor perhotelan. Sedangkan di restoran/rumah makan sejumlah 18,46%, perdagangan 16,37%, dan industri pengolahan 9,66%
  • Pemanfaatan jaringan komputer untuk dapat saling berkomunikasi antar bagian dalam satu perusahaan menjadikan koordinasi dan proses bisnis. Persentase Perusahaan yang memiliki Jaringan LAN sebesar 27,2%, Intranet, 44,59%, ekstranet 14,16%.
  • Perusahaan yang memiliki website di sektor bisnis mencapai 50,57%. Bila dilihat dari jenis kegiatan utama perusahaan, persentase perusahaan yang tertinggi dalam kepemilikan website yang bergerak dalam sektor perhotelan (66,59%), kemudian restoran/rumah makan (57,45%), industri pengolahan (37,94%) dan perdagangan (25,14%).
  • Aktifitas penggunaan internet yang dilakukan oleh perusahaan dengan persentase tertinggi ialah untuk mengirim dan menerima email (94,61%), selain itu internet juga digunakan untuk mencari informasi barang/jasa (75,56%) dan berita (74,28%), sosial media (58,50%), mencari informasi lembaga pemerintahan (56,55%).

Tren masyarakat dan budaya di Indoensia maupun dunia pengaruh dan dampaknya dapat di antisipasi dan dihadapi dengan melakukan pemantauan dan solusi berkenaan dengan lingkungan eksternal bisnis yang berhubungan dengan kekuatan pasar dan industri pada jasa pemasaran online yang telah dibahas sebelumnya.

Call Now Button
WHATSAPP CHAT